Tampilkan postingan dengan label Belajar ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar ISLAM. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Februari 2010

Dia Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

nabi saw mengajarkan doa kpada kita dengan " Yaa Arhamar Raahimin..Wahai Yang Maha berkasih sayang melebihi semua yang mempunyai sifat kasih sayang ", kalimat ini akan membuka keluhuran dan hubungan mulia dari Rahmat Allah kepadamu

diriwayatkan dalam Hadits Qudsiy riwayat Al Imam Bukhari dan lainnya “ Aku (Allah) bersama persangkaan HambaKu “. Ketika hamba menginginkan kasih sayangNya, maka sungguh Allah sedang ingin menyayanginya, jika seorang hamba merindukan Allah maka sungguh Allah rindu padanya , (shahih Bukhari) jika seorang hamba merasa dirinya ingin mendapatkan pengampunan dan meminta maaf dan ampun kepada Tuhan penciptanya, sungguh doa dan munajatnya itu menandakan bahwa Allah ingin mengampuninya. jika engkau berdoa ingin memohon ampun kepada Allah swt, maka sunguh ALLAH telah ingin 1000x mengampunimu. maka bersegeralah untuk kembali pada Allah swt dan jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah swt, sebgaimana Allah berfirman “ Katakanlah : Wahai hamba-hamabKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari Rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya, sesungguhnya Dia lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang “. ( QS. Az Zumar : 53 )

Wahai kalian yang telah melampaui batas karena telah banyak berbuat dosa, jangan putus asa dari kasih sayang Allah. Adakah yang lebih indah dari Allah,,,? Yang memanggil semua yang telah berbuat jahat dan hal-hal yang dibenci, di laknat, dan dimurkainya, namun Dia ( Allah ) masih memanggil mereka agar jangan berputus asa dari kasih sayang Ku (Allah), demikian Allah Dzat Yang Maha Berkasih Syasng, melebihi sgala2nya, 100 rahmat Allah, maka Allah memberikan 1 rahmatNya di dunia ini, sehingga seorang ibu mengasihi dan menyayangi anaknya, kmudian Allah menyimpan 99 rahmatNya kelak diakhirat. Sungguh betapa indahnya rahmat Allah, satu rahmat saja membuat kita mendptkan kasih sayang yg tiada batas dari ibu kita, lalu bgaimana dengan 99 rahmat Allah nsnti....?, sungguh tiada terbayang oleh mata, tiada terlintas dalam akal, tiada terdengar dalam telinga, tiada terlihat oleh mata betapa indah dan agungNya rahmat Allah swt untuk kita nanti kelak di alam akherat.

telah diriwiyatkan dalam sahih bukhari, bahwasanya nabi saw. bersabda “Jika Allah swt menghendaki kasih sayang untuk penduduk neraka, maka Allah swt memerintahkan penduduk neraka agar dikeluarkan orang orang yg menyembah Allah, maka mereka dikeluarkan, dan dikenali dg bekas sujudnya, dan Allah swt mengharamkan api neraka untuk menyentuh anggota sujud, maka mereka keluar dari anggota sujud, maka para pendosa dari keturunan Adam terbakar api neraka kecuali bekas sujudnya, maka mereka dikeluarkan dari neraka” , alangkah indahnya kasih sayang Allah , Allah mau memberi kasih sayang terhadap penduduk neraka padahal orang-orang di neraka mereka adalah pendosa tetapi Allah masih menyayangi mereka , diantara mereka adalah penjahat, pejudi, pezina, segala macam maksiat telah mereka perbuat , dan ternyata Allah kasihan kepada mereka , maka dikeluarkanlah oleh para malaikat mereka-mereka yang menyembah Allah . Ternyata sebesar apapun dosa, Allah tidak rela jika orang yang menyembahNya itu kekal di neraka , orang yang menyembahNya itu pasti akan sampai pada sorgaNya, karna kasih sayangNYA yagn tiada tara dan bandinganya.

telah teriwayatkan dalam salah satu riwayat dalam kitab-kitab tafsir , maka Allah mengutus malaikat Jibril dan berfirman : “ Wahai Jibril lihatlah hamba-Ku yang memanggil Ya Hannaan Ya Mannaan , sudah seribu tahun ia dalam api neraka “, maka Jibril berkata : “ Wahai Allah sesungguhnya ia telah berada dalam tindihan batu-batu neraka dan sudah terpendam di dasarnya sedalam-dalamnya “, maka Allah menjawab : “ Wahai Jibril temui dia karena sungguh Aku mendengar dia memanggil nama-Ku Ya Hannaan Ya Mannaan ( wahai Yang berkasih sayang, wahai yang seluruh makhluk berhutangbudi kepada-Nya )” , maka ia pun dikeluarkan dari neraka , entah telah berapa ribu kali kulitnya diganti dengan kulit yang baru dan hangus kemudian diganti dengan kulit yang baru dan hangus lagi , maka ia dimandikan dengan air kehidupan kemudian dihadapkan kepada Allah dan berfirman : “ Hamba-Ku , kau sudah terpendam dalam neraka yang terdalam dan kau menjerit kepada-Ku selama beribu-ribu tahun di dalam dasar neraka , wahai hamba-Ku lihatlah keindahan zat-Ku “ maka Allah singkapkan cahaya keindahan Allah . “ wahai Hamba-Ku berapa lama engkau di dalam api neraka ? ” maka ia berkata : “ aku tidak pernah masuk neraka wahai Allah “, ia menjadi lupa karena melihat keindahan zat Allah subhanahu wata’ala , selama 10000 ribu tahun ia dalam jurang api neraka ia lupa dalam sekejap ketika melihat keindahan Allah.

maka kita berharap dan berprasangka baik kpada Allah, Dia (Allah) pasti akan mengampuni dosa2 kita. amien...

Senin, 08 Februari 2010

HUKUM "KAWIN LARI"

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Tanya:
Teman saya (wanita) saat ini ada di luar negri menemui teman online nya tanpa sepengetahuan orangtuanya. Setelah mereka bertemu mereka memutuskan untuk menikah. masalahnya dia belum di izin kan orang
tuanya buat menikah jadi dia enggan menghubungi orangtunya dan orangtuanya juga jarang shalat (bahkan dalam setahun mungkin tidak pernah shalat). jadi dia berencana menghubungi saudara laki2nya untuk
memberikan nya izin buat menikah. dia bertanya sama saya seandainya dia tidak di izin kan saudara laki2 nya bolehkah dia meminta wali hakim untuk menjadi walinya. karena ini sangat mendesak.

Tolong di jawab segera. karena mereka berencana menikah besok. dan dia sangat menantikan jawabannya

Sukran

Wasalam mualaikum warahmatullahi wabarakatuh

yunitaidrus

Jawaban Al-Ustadz Dzulqornain Abu Muhammad

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidak boleh bagi perempuan tersebut untuk melakukan pernikahan kecuali dengan izin ayahnya sebagai walinya yang paling berhak. Karena Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada nikah kecuali dengan wali.”.

Kecuali kalau pelarangan sang ayah untuk menikah karena hal yang tidak syari’iy maka boleh dinikahkan oleh kakaknya. Tapi harus diingat seluruh hal tersebut harus berjalan melalui proses mahkamah syari’at (kalau dia berada di negeri Islam) atau melalui markaz Islam dikenal dan terpercaya (kalau dia berada di negeri kafir).

SUMBER : milinglist nashihah@yahoogroups.com versi offline dikumpulkan kembali oleh dr.Abu Hana untuk http://kaahil.wordpress.com


http://kaahil.wordpress.com/2009/12/15/hukum-%e2%80%9dkawin-lari%e2%80%9d/?utm_source=feedburner&utm_medium=email
طبيب الطب النبوي | Dokter Pengobatan Nabawi |
kaahil.wordpress.com
Posted by dr.Abu Hana :: أبو هـنـأ ألفردان :: in Gay, Lesbian & Seks Bebas (مثلي الجنس ، ومثليه وحرية ممارسة الجنس). Tagged: hukum anal sex, hukum pelaku homoseks, hukum sodomi, hukuman gay, kaum nabi luth, liwath, tahmidh. Leave a Comment

Minggu, 07 Februari 2010

Sudahkah kita faham ini..MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT??

Makna syahadat la ilaha illallah

adalah meyakini bahwa tidak ada yang berhak mendapatkan ibadah kecuali Allah, konsisten dengan pengakuan itu dan mengamalkannya. La ilaha menolak keberhakan untuk diibadahi pada diri selain Allah, siapapun orangnya. Sedangkan illallah merupakan penetapan bahwa yang berhak diibadahi hanyalah Allah. Sehingga makna kalimat ini adalah la ma’buda haqqun illallah atau tidak ada sesembahan yang benar selain Allah. Sehingga keliru apabila la ilaha illallah diartikan tidak ada sesembahan/tuhan selain Allah, karena ada yang kurang. Harus disertakan kata ‘yang benar’ Karena pada kenyataannya sesembahan selain Allah itu banyak. Dan kalau pemaknaan ‘tidak ada sesembahan selain Allah’ itu dibenarkan maka itu artinya semua peribadahan orang kepada apapun disebut beribadah kepada Allah, dan tentu saja ini adalah kebatilan yang sangat jelas.

Kalimat syahadat ini telah mengalami penyimpangan penafsiran di antaranya adalah :

* Pemaknaan la ilaha illalah dengan ‘la ma’buda illallah’ tidak ada sesembahan selain Allah, hal ini jelas salahnya karena yang disembah oleh orang tidak hanya Allah namun beraneka ragam
* Pemaknaan la ilaha illallah dengan ‘la khaliqa illallah’ tidak ada pencipta selain Allah. Makna ini hanya bagian kecil dari kandungan la ilaha illallah dan bukan maksud utamanya. Sebab makna ini hanya menetapkan tauhid rububiyah dan itu belumlah cukup.
* Pemaknaan la ilaha illallah dengan ‘la hakimiyata illallah’ tidak ada hukum kecuali hukum Allah, maka inipun hanya sebagian kecil maknanya bukan tujuan utama dan tidak mencukupi.

Sehingga penafsiran-penafsiran di atas adalah keliru. Hal ini perlu diingatkan karena kekeliruan semacam ini telah tersebar melalui sebagian buku yang beredar di antara kaum muslimin. Sehingga penafsiran yang benar adalah sebagaimana yang sudah dijelaskan yaitu : ‘la ma’buda haqqun illallah’ tidak ada sesembahan yang benar selain Allah

Makna Muhammad Rasulullah

Rujukan : Kitab Tauhid li Shafil Awwal hal. 46

Sedangkan makna syahadat anna Muhammadar rasulullah adalah mengakui secara lahir dan batin bahwa beliau adalah hamba dan utusan-Nya yang ditujukan kepada segenap umat manusia dan harus disertai sikap tunduk melaksanakan syari’at beliau yaitu dengan membenarkan sabdanya, melaksanakan perintahnya, menjauhi larangannya dan beribadah kepada Allah hanya dengan tuntunannya.

Rukun dan Syarat Syahadat

Rujukan : Kitab Tauhid li Shafil Awwal hal. 46-48

La ilaha illallah terdiri dari dua rukun : nafi/penolakan, yaitu yang terkandung di dalam la ilaha dan itsbat/penetapan, yaitu yang terkandung dalam illallah. Maka dengan la ilaha dihapuslah segala bentuk kesyirikan dan mengharuskan mengingkari segala sesembahan selain Allah. Sedangkan dengan illallah maka ibadah hanya boleh ditujukan kepada Allah dan harus tunduk melaksanakannya. Ayat-ayat yang mengungkapkan dua rukun ini banyak, di antaranya adalah firman Allah tentang ucapan Nabi Ibrahim, “Sesungguhnya aku berlepas diri dari semua sesembahan kalian, selain (Allah) yang telah menciptakan diriku.” (QS. az-Zukhruf : 26).

Sedangkan rukun syahadat anna Muhammad rasulullah ada dua yaitu ; pernyataan bahwa beliau adalah hamba Allah dan sebagai rasul-Nya. Beliau adalah hamba, maka tidak boleh diibadahi dan diperlakukan secara berlebihan. Dan beliau adalah rasul maka tidak boleh didustakan ataupun diremehkan. Beliau membawa berita gembira dan peringatan bagi seluruh umat manusia.

Syarat-syarat la ilaha illallah adalah :

* Mengetahui maknanya, lawan dari bodoh
* Meyakininya, lawan dari ragu-ragu
* Menerimanya, lawan dari menolak
* Tunduk kepadanya, lawan dari membangkang
* Ikhlas dalam beribadah, lawan dari syirik
* Jujur dalam mengucapkannya, lawan dari dusta
* Mencintai isinya dan tidak membencinya

Syarat-syarat anna Muhammadar rasulullah adalah :

* Mengakui risalahnya secara lahir dan batin
* Mengucapkan dan mengakuinya dengan lisan
* Mengikutinya, yaitu dengan mengamalkan kebenaran yang beliau bawa dan meninggalkan kebatilan yang beliau larang
* Membenarkan beritanya, baik yang terkait dengan perkara gaib di masa silam atau masa depan
* Mencintai beliau lebih dalam daripada kecintaan terhadap diri sendiri, harta, anak, orang tua dan seluruh umat manusia
* Menjunjung tinggi sabdanya di atas semua ucapan manusia dan mengamalkan sunah/tuntunannya

Konsekuensi Syahadatain
Rujukan : Kitab Tauhid li Shafil Awwal hal. 50 dengan sedikit perubahan dan penambahan

Konsekuensi syahadat la ilaha illallah adalah meninggalkan segala bentuk peribadahan dan ketergantungan hati kepada selain Allah. Selain itu ia juga melahirkan sikap mencintai orang yang bertauhid dan membenci orang yang berbuat syirik. Sedangkan konsekuensi syahadat Muhammad Rasulullah adalah menaati Nabi, membenarkan sabdanya, meninggalkan larangannya, beramal dengan sunnahnya dan meninggalkan bid’ah, serta mendahulukan ucapannya di atas ucapan siapapun. Selain itu, ia juga melahirkan sikap mencintai orang-orang yang taat dan setia dengan sunnahnya dan membenci orang-orang yang durhaka dan menciptakan perkara-perkara baru dalam urusan agama yang tidak ada tuntunannya.

Sumber: http://abumushlih.com/makna-dua-kalimat-syahadat.html/
MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT – Dakwah Tauhid
abumushlih.com
"Katakanlah: 'Inilah jalanku. Aku mengajak -manusia- menuju Allah di atas landasan bashirah/ilmu. Inilah jalanku dan jalan orang-orang yang mengikutiku. Maha Suci Allah dan sama sekali aku bukan termasuk golongan orang-orang musyrik." (QS. Yusuf: 108)

Senin, 25 Januari 2010

JAWABAN DISKUSI : kesalahan tulis dalam alquran cetakan DEPAG terbitan Karya Toha Putra

Assalamu'alaikum wr wb

Saudara Kapten Yunas dan saudara satu grup yang berbahagia...
Hal sedemikian adalah bukti-bukti dari :
- Bahwa Qur-an yang berada di tangan kita adalah memang cetakan/tulisan manusia/peretakan, berarti kesalahan akan merupakan suatu hal dari sifat manusia sebagai : "gudang salah...gudang khilaf" (al Hadits);
- Bahwa Qur-an itu dijaga oleh para penghafal Al Qur-an...maka kesalahan di dalam cetak/tulisan baik sengaja atau tidak pasti akan cepat diketahui. Sampai akhir zaman (Al Qur-an);
Contoh dari Qur-an yang sengaja diselewengkan/diubah isinya, yaitu yang dilakukan oleh Mirza Ghulam Ahmad tempo dulu (yang masih diikuti oleh jama'ahnya sampai sekarang, termasuk di Indonesia)...kendati satu lafadz saja maka akan mengubah arti dan penafsiran ayat itu secara keseluruhan.
Untuk pengubahan secara sengaja begini tentu didasari oleh maksud-maksud yang sangat dimurkai oleh Allah. Sebab itu suatu pengingkaran terhadap Kitab-Nya (Rukun Islam);
- Bahwa Qur-an yang merupakan kitab suci itu adalah yang tersimpan di Baitul Izzah setelah diambil oleh Jibril dari Lauhul Mahfuz untuk disampaikan kepada Muhammad saw (Al Qur-an);

Dari keadaan di atas...kita selaku Muslim mungkin berkewajiban untuk melaporkan/complain terhadap kesalahan cetak yang tidak disengaja tersebut.

Demikian jawaban saya...
Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum wr wb.


*) pertanyaan dari forum diskusi grup :
http://www.facebook.com/topic.php?topic=14487&post=85345&uid=96096983893#post85345

JAWABAN DISKUSI II-023 : KEUTAMAAN SHALAT TAHAJUD

Assalamu'alaikum wr wb.

Saudara MUSTOPA NUR HAYAT dan saudara satu grup yang berbahagia...
Sebagai tambahan dari banyak tanggapan rekan-rekan kita di atas...yakni sebagaimana yang sudah kita pahami, bahwa Shalat merupakan satu dari lima perkara dari Rukum Islam beserta Rukun Iman itu adalah 'modal' bagi seorang Muslim.
Oleh sebab Allah nyatakan bahwa kehidupan dunia ini merupakan 'lapangan perdangan', maka akan sangat bijaksana apabila kita dapat mengembangklan modal itu tersebut untuk tijaroh.
Logisnya, apabila kita berdagang sudah pastiu kita mengaharapkan 'keuntungan' setelah kembali 'modal'

Selain berjihad (bersungguh-sungguh/bekerja keras di Jalan Allah), dan perintah wajib lainnya, maka amalan-amalan sunnah merupakan fadhilah/keutamaan yang akan kita dapatkan setelah melaksankan yang wajib.
Sementara shalat tahajud merupakan sunnah mu'akad...maka sudah pasti kita yang melaksankannya aka mendapatkan fadhilah/keutamaan yang sangat kuat. Sebab, Muslim itu makanannya adalah yakin. Sedangkan janji Allah itu adalah pasti!

Kesimpulan :
Muslim yang rutin melaksanakan tahajud setelah tuntas melaksanakan yang wajib, maka Allah akan memberikan kelebihan/keutamaan yang tidak diberikan kepada Muslim pada umumnya.
Kelebihan/keutamaan yang dimaksud bukan merupakan hal yang supra-natural...melainkan kepekaan-kecepatan-ketepatan-kecakapan berdasarkan Qur-an dan Hadits di dalam menghadapi problema umat! Itulah Al Hikmah (QS 3 : 164).

Demikian tambahan jawaban dari saya...
semoga dapat dipahami.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum wr wb.

JAWABAN DISKUSI LXXXVIII : PANDANGAN ISLAM TERHADAP SENI

Assalamu'alaikum wr wb

Saudara RIZKA DOGOLZ dan Saudara satu grup yang berbahagia...
Adalah itu Indah dan Allah menyukai keindahan.
Seni sangat erat kaitannya dengan keindahan.
Saya teringat kata mutiara dari ulama dan ilmuan Nasional yang telah lalu, Prof. Dr. H. A. Mukti Ali, bahwa Dengan ilmu kehidupan jadi nikmat, dengan seni kehidupan halus dan indah, dengan agama (Ad Din) hidup terarah dan bermakna.
Secara sederhana dapat kita katakan, bahwa seni itu ada ilmunya dan perlu batasan dari segi Ad Din...agar dapat membawa manfaat atau memberi inspirasi yang baik bagi orang banyak. Dan, tidak membuat kerusakan!

Adapun batasan-batasan yang tetap tentang seni (secara umum) dalam pandangan Islam (dari kacamata Al Qur-an dan Al Hadits), antara lain :
- Bukan karya yang pornografi dan pornoaksi;
- Menghasut/menghina/menyakiti orang lain di dalam berkarya atau buah karya seni tersebut;
- Menyebarkan paham/aliran yang membuat keingkaran kepada Allah dan Rasul-nya; Atau seni yang bertujuan untuk mengkultuskan individu (termasuk kepada Rasul) sehingga menjurus kepada kesyirikan;
- Membuat karya seni tiga dimensi seperti patung/monumen yang objeknya manusia atau hewan, sebab kelak...si pembuat patung/monumen tersebut akan dimintai untuk memberi nyawa pada hasil karyanya.

Demikian tambahan jawaban dari saya...
semoga bermanfaat bagi kita bersama.
Terima kasih.
Wassalamu'alaikum wr wb.

al-lughohtul arabiah : kata sapa

assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh, muhadasah al-lughohtul arabiah haazal yaumi (percakapan bahasa arab hari ini) :

Shabahal khair : Selamat Pagi
Naharul khair : Selamat Siang
Masaul khair : Selamat Sore
Lailul khair : Selamat Malam
Kaifa Haluk : Apa Kabar
fi aina al an : Dimana Sekarang
Ma'aman : Bersama siapa
Man ismuka : Siapa namamu (untuk laki2)
Man ismuki : Siapa namamu (untuk perempuan)
Aina baituka : dimana rumahmu (untuk laki2)
Aina baituki : diamana rumahmu (untuk perempuan)

ila liqa’, fil yaumi ghot ( sampai jumpa esok hari )
wassalamu'alikum warahmatullahi wabarakatuh.

Menangis karna ALLAH

kmudian yg selanjutnya yg terakhir yg termasuk 7 golongan orang yg mendapat naungan kelak di padang mahsyar adlah pria yang mengingat Nama Allah, pria yang menyebut Nama Allah maka mengalirlah airmatanya. Entah karena rindu, entah karena doa, entah karena harapan, entah karena haru, entah karena risau akan dosa, entah karena besarnya harapan ingin masuk surga tapi ketika ia menyebut dan mengingat Nama Allah mengalir airmatany. Ternyata tetesan airmata dari perasaan seperti ini dilihat oleh Yang Maha Melihat dan membuat ia di nanungi oleh Allah di saat tidak ada naungan kecuali naungan Allah Swt. 7 kelompok diantaranya kelompok ini, kita berharap berada di salah satu kelompok yg telah disebut sebgaimna kata nabi.saw“Tujuh kelompok yang dinaungi Allah pada Naungan Nya dihari tiada tempat berteduh kecuali yang dinaungi Nya, Imam yang adil, dan Pemuda yang tumbuh dg banyak ibadah pada Allah, dan orang yang hatinya terikat ke masjid masjid, dan dua teman yang saling akrab karena Allah, berteman dan berpisah karena Allah, dan pria yang diajak berzina oleh wanita kaya dan berkedudukan dan berparas indah namun ia menolak dg ucapan : aku takut pada Allah, dan orang yang bersedekah dengan sembunyi, hingga tangan kirinya tak tahu bahwa tangan kanannya bersedekah, dan orang yang ketika mengingat / menyebut Allah mengalir airmatanya” (Shahih Bukhari)

Sempurnakanlah Wudhumu

tibalah kita pada hadist mulia ini, diriwayatkan didalam Shahih Bukhari, Rasul saw membanggakan umatnya “inna ummati yud’auna yaumal qiyamah Ghurran muhajjilin” (sungguh umatku di hari kiamat terang benderang wajah mereka itu). “famanisthatha’uu an yuthiila ghurratahu falyaf’al” demikian riwayat Shahih Bukhari. Maka kalian, kata Rasul “yang mempunyai kemampuan maka luaskan anggota wudhu (wajah, tangan, kaki) dan itu kalau saat membasuh wajah jangan diwajah saja namun diteruskan sampai lewat leher sampai ke telinga dan airnya diperluas. Disaat membasuh tangan dipanjangkan sampai diatas siku, itu bukan mubazir, itu adalah Ghurran Muhajjilin.

kemusian, panjangkan sampai melewati siku, demikian juga membasuh kaki panjangkan sampai diatas pertengahan antara lutut dan mata kaki (tengah tengahnya) jadi sampai betis panjangkan itu air”. Itu kenapa? itu membuat anggota tubuh kita terang benderang di yaumal qiyamah. Rasul Saw membanggakan umatnya, anggota wudhu mereka terang benderang bercahaya. Dikenangnya umat Nabi Muhammad Saw dengan anggota wudhunya yang diberi cahaya oleh Allah Swt. Dan membasuh rambut, basuh seluruh bagian rambut sampai seluruhnya dan demikian pula telinga. Sempurnakan wudhu kita kalau kita berwudhu. Ini salah satu dari wasiat Nabi kita Muhammad Saw.

Demikian pula diriwayatkan didalam Shahih Bukhari bahwa Sayyidina Utsman radiyallahu anhum berwudhu menghadap kiblat lantas beliau berwudhu dengan tenang dan dinikmati lalu melakukan shalat sunnah 2 rakaat. Setelah itu ditanya oleh Sahabat lain, “kau ini berbuat begini kenapa wahai khalifah Amirul Mukminin? Apakah Rasul saw mengajarkan begini?”, Sayyidina Utsman berkata “Rasul saw berkata barangsiapa yang berwudhu dengan sebaik – baiknya, ia perindah wudhunya, perlahan – lahan, tidak terburu – buru, menghadap kiblat, menutup aurat, dalam keadaan seperti itu lalu ia shalat sunnah 2 rakaat tanpa berkata – kata dari mulai berwudhu sampai shalatnya usahakan tidak banyak bicara maka Allah akan mengampuni dosa – dosanya”. Dan kudengar ini langsung dari Rasulullah saw. Demikian dikatakan Sayyidina Ustman bin Affan radiyallahu anhum.